Hari Primata Indonesia 2026: Alarm Darurat di Tengah Hutan yang Menyusut

Hari Primata Indonesia 2026: Alarm Darurat di Tengah Hutan yang Menyusut

MAKNews.com, JAKARTA – Setiap tanggal 30 Januari, Indonesia memperingati Hari Primata Indonesia. Momen ini bukan sekadar seremoni kalender, melainkan sebuah pengingat keras atas kondisi kritis yang dihadapi oleh kekayaan hayati tanah air. Sebagai negara dengan keragaman primata tertinggi ketiga di dunia, Indonesia kini sedang berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan spesies endemiknya dari jurang kepunahan.

Kekayaan yang Terancam

Indonesia adalah rumah bagi lebih dari 60 jenis primata, di mana sekitar 70% di antaranya merupakan spesies endemik yang tidak ditemukan di belahan bumi lain. Mulai dari Orangutan di Kalimantan dan Sumatra, Owa Jawa di Pulau Jawa, hingga Tarsius yang mungil di Sulawesi.

Namun, kebanggaan ini dibayangi oleh data yang memprihatinkan. Berdasarkan laporan aktivis lingkungan tahun ini, populasi primata terus mengalami penurunan signifikan akibat dua faktor utama:

  1. Kerusakan Habitat: Ekspansi lahan perkebunan, pertambangan ilegal, dan fragmentasi hutan membuat ruang gerak primata semakin sempit.
  2. Perburuan dan Perdagangan Ilegal: Tren memelihara primata sebagai “hewan peliharaan eksotis” yang dipicu oleh konten media sosial masih menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup mereka di alam liar.
Mengapa Perlindungan Primata Begitu Vital?

Primata sering disebut sebagai “Petani Hutan”. Mereka memiliki peran ekologis yang tidak tergantikan:

  • Penyebar Biji: Dengan mengonsumsi buah-buahan dan berpindah tempat, primata membantu regenerasi hutan secara alami.
  • Indikator Kesehatan Hutan: Kehadiran primata di suatu wilayah menunjukkan bahwa ekosistem hutan tersebut masih terjaga dengan baik.

“Menyelamatkan primata berarti menyelamatkan masa depan hutan kita. Jika mereka punah, struktur hutan akan berubah secara permanen, dan itu akan berdampak langsung pada kualitas air serta udara bagi manusia,” ujar seorang aktivis dari Profauna Indonesia dalam kampanye digital hari ini.

Aksi Nyata yang Bisa Dilakukan

Peringatan tahun ini mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton. Berikut adalah langkah sederhana namun berdampak besar:

  • Stop Perdagangan: Jangan membeli primata untuk dipelihara. Primata bukanlah hewan rumahan; tempat terbaik mereka adalah di hutan.
  • Edukasi Digital: Laporkan konten media sosial yang mengeksploitasi primata atau menampilkan primata sebagai hewan peliharaan.
  • Dukung Produk Berkelanjutan: Pilih produk yang tidak merusak habitat hutan (seperti produk dengan sertifikasi ramah lingkungan).
Baca Juga  Tambang Nikel Raja Ampat, Salah Siapa?

Hari Primata Indonesia adalah momentum untuk merefleksikan kembali hubungan kita dengan alam. Jangan sampai anak cucu kita nantinya hanya bisa melihat Orangutan atau Owa Jawa melalui buku sejarah dan dokumentari lama.***

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *