MAKNews.com, JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi pembayaran subsidi dan kompensasi telah mencapai Rp345,1 triliun hingga 30 November 2025. Angka ini setara dengan 72,6% dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengungkapkan bahwa realisasi ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga energi dan pangan.
“Sampai dengan akhir November, telah kita bayarkan Rp345,1 triliun. Ini 72,6 persen dari target APBN-nya,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Konsumsi BBM dan LPG 3 Kg Terus Meningkat
Dalam paparannya, Suahasil merinci bahwa pembayaran tersebut mencakup beberapa komoditas vital:
- Bahan Bakar Minyak (BBM): Realisasi penyaluran mencapai 15,61 juta kiloliter (kl), atau 80,4% dari target tahunan sebesar 19,41 juta kl. Secara tren, nilai realisasi subsidi BBM terus bertumbuh dari 0,2% pada 2023 menjadi 3,4% pada 2025.
- LPG 3 Kilogram: Penyerapan mencapai 7,09 juta ton atau 86,8% dari target 8,17 juta ton. Konsumsi gas melon ini tercatat konsisten meningkat dengan pertumbuhan 3,4% di tahun ini.

Sektor Listrik dan Pupuk Melampaui Target
Kenaikan signifikan juga terlihat pada sektor ketenagakerjaan dan pertanian. Berikut adalah rinciannya:
| Sektor | Realisasi | Persentase dari Target | Keterangan |
| Listrik Bersubsidi | 42,6 Juta Pelanggan | 101,1% | Mencakup kategori 450 VA dan 900 VA. |
| Pupuk Bersubsidi | 7,5 Juta Ton | 84,3% | Tumbuh pesat 11,25% pada 2025. |
Khusus untuk listrik, jumlah penerima subsidi telah melampaui target awal sebesar 42,1 juta pelanggan. Sementara itu, penggunaan pupuk bersubsidi juga mengalami lonjakan tajam dalam dua tahun terakhir, mengindikasikan tingginya aktivitas produksi di sektor pertanian.
Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau penyaluran subsidi agar tepat sasaran hingga penutupan tahun anggaran 2025, guna memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.

