Jakarta- Pada tanggal 9 Februari 1950, secara resmi dibentuk satuan kavaleri di dalam organisasi TNI AD dengan nama Pusat Kavaleri. Pembentukan ini didasarkan pada Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat nomor 5/KSAD/Pnt/50. Itulah sebabnya tanggal 9 yang ditetapkan sebagai hari jadi korps tersebut.Tanggal 10 Februari 1950 adalah momen operasional pertama di mana dilakukan serah terima kendaraan tempur (panser dan tank) secara besar-besaran dari pihak Belanda kepada militer Indonesia di Bandung. Dikenal dengan baret hitamnya dan semangat “Tri Daya Cakti” (Daya Gerak, Daya Tembak, dan Daya Kejut), korps ini memiliki sejarah panjang yang mengiringi kedaulatan Republik Indonesia.
Sejarah Pembentukan: Dari Kuda ke Panser
Awal mula Kavaleri Indonesia bermula sesaat setelah pengakuan kedaulatan RI oleh Belanda. Pada tanggal 10 Februari 1950, Letnan Kolonel KGPH Soerjo Soejarso ditunjuk sebagai Komandan Satuan Kavaleri pertama.
Momen ini menjadi tonggak sejarah karena:
- Penyerahan Kendaraan Tempur: Dilakukan penyerahan kendaraan lapis baja sisa pendudukan Belanda (seperti tank ringan Stuart dan panser) kepada militer Indonesia.
- Modernisasi Kekuatan: Pasukan yang awalnya mengandalkan mobilitas darat sederhana mulai bertransformasi menjadi kekuatan kavaleri yang mekanis.
- Latihan Mandiri: Sejak saat itu, TNI AD mulai membangun pusat pendidikan untuk mencetak pengawak kendaraan tempur yang tangguh.
Makna Semboyan “Tri Daya Cakti”
Kavaleri bukan sekadar tentang kendaraan berat, melainkan tentang filosofi tempur yang tertuang dalam semboyan Tri Daya Cakti:
- Daya Gerak: Kecepatan untuk berpindah tempat dan melakukan manuver di medan sulit.
- Daya Tembak: Kemampuan menghancurkan sasaran dengan presisi tinggi.
- Daya Kejut: Efek psikologis dan serangan mendadak yang membuat musuh kehilangan inisiatif.
Kavaleri di Era Modern
Saat ini, Korps Kavaleri TNI AD telah bertransformasi dengan teknologi mutakhir. Indonesia kini memiliki Main Battle Tank (MBT) Leopard 2, Tank Medium Harimau buatan dalam negeri (PT Pindad), serta berbagai varian panser seperti Anoa dan Badak.
Peringatan hari ini bukan hanya soal mengenang masa lalu, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap dedikasi para prajurit baret hitam yang menjaga perbatasan dan keamanan wilayah NKRI dengan kendaraan besi mereka.
Selamat Hari Kavaleri TNI AD!
