KALIMANTAN TENGAH – Sebuah langkah nyata untuk memperkuat fondasi moral dan intelektual generasi muda di Kalimantan Tengah mulai dipancangkan. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bangkit Borneo bersama Serikat Buruh Nusantara (SBN) Kalimantan Tengah resmi bersinergi untuk membangun fasilitas pendidikan keagamaan yang diberi nama Pondok Pesantren Bangkit Borneo.
Inisiator utama pembangunan pesantren ini, Karliansah, SH, MH, yang juga menjabat sebagai pimpinan LSM Bangkit Borneo, menegaskan bahwa proyek ini merupakan gerakan kolektif untuk masa depan.
“Pesantren ini milik bersama. Saya hanya sebagai wasilah dengan menghibahkan lahan yang diberikan oleh Allah Ta’ala. Jadi, mari kita bahu-membahu,” ujar Karliansah dalam keterangannya.
Benteng Moral di Tengah Tantangan Zaman
Pendirian pesantren modern ini bukan tanpa alasan. Karliansah mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena penyimpangan yang kerap dilakukan oleh oknum-oknum yang seharusnya menjadi teladan. Pesantren ini diproyeksikan menjadi “safe house” atau tempat perlindungan bagi generasi mendatang agar tidak terjerumus dalam arus negatif tersebut.
Meski menyadari tantangan finansial yang besar, Karliansah optimis. “Pembangunan pesantren ini tidak mudah, biayanya pun cukup tinggi, namun ini semua milik Allah. Jika Allah menghendaki, maka tidak ada yang sulit,” tegasnya, sembari mengingatkan bahwa keberlangsungan dunia sangat bergantung pada kualitas manusia di dalamnya.
Kepada anggota SBN, ia mengajak partisipasi inklusif tanpa paksaan. “Siapa yang sanggup membantu silakan. Ada yang bantu paku boleh, semen boleh. Bagi yang belum mampu, cukup berdoa saja agar semua sehat dan berkah,” tambahnya.
Visi untuk Anak Muda Kalimantan Tengah
Selain sebagai pusat kajian agama, Pondok Pesantren Bangkit Borneo membawa misi mulia yang dirancang khusus untuk merespons kebutuhan pemuda di Kalimantan Tengah:
Pusat Pemberdayaan Ekonomi Kreatif: Pesantren ini bertujuan mencetak santri yang mandiri secara ekonomi melalui pelatihan kewirausahaan dan pemanfaatan sumber daya lokal.
Literasi Hukum dan Kebangsaan: Mengingat latar belakang pendirinya di bidang hukum, anak muda akan dibekali kesadaran hukum agar menjadi warga negara yang kritis dan taat aturan.
Digitalisasi Dakwah: Mendorong generasi muda Kalteng untuk menguasai teknologi guna menyebarkan pesan perdamaian dan toleransi di ruang digital.
Pelestarian Identitas Lokal: Mengintegrasikan nilai-nilai luhur budaya Borneo dengan nafas islami, sehingga pemuda tetap bangga pada akarnya di tengah gempuran modernisasi.
Pembangunan ini diharapkan menjadi titik balik bagi pergerakan sosial di Kalimantan Tengah, di mana organisasi masyarakat dan buruh tidak hanya berfokus pada advokasi, tetapi juga aktif dalam pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia.***



Yo! Checking out royalxcasino222, seems alright. Hope they got some good slots. Might give it a spin soon! Give it a try at royalxcasino222