The Two Fridas (1939): Lukisan Paling Ikonik Frida Kahlo tentang Patah Hati

The Two Fridas (1939): Lukisan Paling Ikonik Frida Kahlo tentang Patah Hati

Di antara semua karya Frida Kahlo yang sudah melegenda, The Two Fridas (Las Dos Fridas) tetap menjadi yang paling kuat secara visual dan emosional. Lukisan berukuran raksasa ini, 173 x 173 cm, menampilkan dua versi dari diri Frida yang duduk berdampingan, tangan bergandengan, dengan jantung mereka terbuka dan terhubung oleh pembuluh darah yang sama.

Ini bukan sekadar potret diri biasa. Ini adalah narasi visual tentang identitas yang terpecah, cinta yang hilang, dan perjuangan untuk tetap utuh di tengah kehancuran emosional.


Konteks Historis: Tahun yang Menghancurkan

The Two Fridas dilukis pada tahun 1939, salah satu periode paling gelap dalam hidup Frida Kahlo. Tahun itu, perceraiannya dengan Diego Rivera, pelukis muralis terkenal yang juga cinta hidupnya, resmi terjadi. Pernikahan mereka penuh gejolak, ditandai dengan perselingkuhan berulang dari kedua belah pihak, tapi bagi Frida, Diego tetaplah segalanya.

Perceraian ini datang tepat setelah ayahnya meninggal, menjadikan 1939 sebagai tahun kehilangan ganda yang sangat berat. Dalam konteks inilah lukisan ini lahir, tidak di studio, melainkan di dalam kepala Frida yang sedang mencoba memahami siapa dirinya tanpa Diego.

Perlu dicatat juga bahwa ini adalah periode ketika Frida mulai mendapat pengakuan internasional. Pameran tunggalnya di New York pada 1938 mendapat sambutan luar biasa, dan lukisan-lukisannya mulai dibeli oleh kolektor. Tapi kesuksesan profesional tidak bisa mengisi kekosongan emosional yang ditinggalkan Diego.


Deskripsi Visual: Apa yang Kita Lihat?

Lukisan ini menampilkan dua figur Frida yang duduk di bangku panjang sederhana, latar belakangnya adalah langit yang bergolak dengan awan gelap. Keduanya mengenakan pakaian yang sangat berbeda, dan perbedaan inilah yang menjadi kunci interpretasi lukisan.

Frida di sebelah kanan mengenakan pakaian tradisional Tehuana, gaun Meksiko yang penuh warna dengan detail rumit. Ini adalah gaya berpakaian yang dicintai Diego dan sering dikenakan Frida untuk menyenangkan hatinya. Di pangkuannya terdapat miniatur potret Diego yang masih muda.

Frida di sebelah kiri mengenakan gaun putih bergaya Eropa yang lebih formal dan kaku, mirip gaun pernikahan Victoria. Ini mewakili Frida yang lebih “Barat”, yang mungkin lebih dekat dengan akar keluarganya (ayahnya adalah imigran Jerman).

Baca Juga  Warisan Boschwezen: Benih Deforestasi dan Bencana Ekologis di Indonesia

Kedua Frida ini memiliki jantung yang terbuka dan terlihat jelas di dada mereka. Jantung Frida kanan, yang memegang potret Diego, masih utuh. Sementara jantung Frida kiri terlihat terluka, dan pembuluh darah yang menghubungkan kedua jantung itu berakhir di tangan Frida kiri, di mana ia memegang forsep bedah untuk menjepit pembuluh darah yang terus menetes darah ke gaunnya yang putih.


Makna dan Simbolisme

Dualitas identitas. Lukisan ini adalah representasi paling jelas dari pergulatan Frida dengan identitasnya. Ia lahir dari ayah Jerman dan ibu Meksiko, dibesarkan dalam budaya Meksiko tapi dengan pengaruh Eropa yang kuat. Perceraian dengan Diego memaksanya untuk mempertanyakan ulang siapa dirinya: apakah ia Frida yang dicintai Diego (Frida Meksiko), atau Frida yang berdiri sendiri (Frida Eropa)?

Jantung yang terhubung. Pembuluh darah yang menghubungkan kedua jantung menunjukkan bahwa meski terpisah dalam penampilan dan identitas, keduanya tetaplah satu orang yang sama. Rasa sakit yang dialami satu Frida, dialami juga oleh Frida yang lain. Ini adalah visualisasi dari konflik internal yang tidak bisa diselesaikan dengan memilih satu sisi saja.

Darah yang menetes. Darah adalah motif berulang dalam karya-karya Frida, simbol dari rasa sakit fisik dan emosional yang ia alami sepanjang hidupnya. Dalam lukisan ini, darah yang terus menetes dari Frida kiri mewakili luka yang belum sembuh, kehilangan yang belum bisa diterima. Tapi ia tetap memegang forsep, mencoba menghentikan pendarahan itu sendiri, menunjukkan usaha untuk bertahan hidup.

Langit yang bergolak. Latar belakang bukan detail yang tidak penting. Langit gelap dan berawan mencerminkan keadaan emosional Frida yang penuh badai, tidak tenang, tidak damai.


Pengaruh Surrealisme, tapi Bukan Surrealisme

Frida Kahlo sering dikaitkan dengan gerakan surrealisme, dan memang André Breton, bapak surrealisme, pernah menyebut karyanya sebagai surrealis. Tapi Frida sendiri selalu menolak label itu. Ia pernah berkata, “Mereka pikir saya seorang Surrealis, tapi saya tidak. Saya tidak pernah melukis mimpi. Saya melukis realitas saya sendiri.”

The Two Fridas memang tampak seperti lukisan surrealis dengan elemen-elemen yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata, seperti jantung yang terbuka dan pembuluh darah yang terlihat. Tapi bagi Frida, ini adalah cara paling jujur untuk menggambarkan apa yang ia rasakan. Ini bukan fantasi, ini adalah realitas emosional yang divisualisasikan.

Baca Juga  Pendapat Warga Terkait Danantara: Ada yang Pro dan Kontra

Ukuran yang Luar Biasa Besar

Skala lukisan

Salah satu hal yang sering mengejutkan orang ketika melihat The Two Fridas secara langsung adalah ukurannya. Dengan dimensi hampir 1,7 x 1,7 meter, ini adalah salah satu lukisan terbesar yang pernah Frida buat. Kebanyakan karyanya berukuran kecil dan intim, tapi untuk lukisan ini, ia memilih skala monumental.

Pilihan ini bukan tanpa alasan. Ukuran besar memberi bobot dan kehadiran fisik yang sesuai dengan intensitas emosional tema lukisan. Ketika berdiri di hadapannya, kita tidak sekadar “melihat” lukisan ini, kita nyaris dihadapkan padanya, dipaksa untuk merasakan kehadiran dua Frida itu secara langsung.


Nasib Lukisan: Dari Penolakan hingga Ikon Nasional

Ketika pertama kali dipamerkan, The Two Fridas tidak langsung laku. Bahkan dalam pameran besar Surrealisme Internasional di Meksiko pada 1940, lukisan ini tidak mendapat pembeli. Ironis mengingat sekarang lukisan ini adalah salah satu karya seni paling berharga dari Amerika Latin.

Akhirnya, lukisan ini dibeli oleh Instituto Nacional de Bellas Artes di Meksiko pada 1947 dengan harga yang sangat rendah. Sekarang, ia menjadi salah satu koleksi permanen paling berharga di Museo de Arte Moderno, Mexico City, dan dianggap sebagai harta nasional Meksiko yang tidak boleh dipindahkan keluar negeri.


Relevansi Abadi

Lebih dari delapan puluh tahun setelah dilukis, The Two Fridas tetap berbicara kepada kita dengan cara yang sangat personal. Setiap orang yang pernah merasa terpecah antara dua versi dari diri mereka sendiri, yang pernah kehilangan seseorang yang terasa seperti bagian dari diri mereka, atau yang pernah berjuang untuk menemukan identitas mereka di tengah ekspektasi orang lain, bisa melihat diri mereka dalam lukisan ini.

Frida Kahlo tidak pernah berusaha membuat seni yang universal. Ia melukis dirinya sendiri, rasa sakitnya sendiri, pertanyaannya sendiri. Tapi justru karena kejujuran itu, karyanya menjadi cermin bagi jutaan orang di seluruh dunia.

Bagikan :

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *