JAKARTA – Dunia pergerakan buruh kembali diselimuti awan duka. Prapti Wahyuningsih, mantan kader Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) wilayah Solo, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (10/2).
Kabar kepergian sosok pejuang ini dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI), Petrus Hariyanto, serta meninggalkan kesan mendalam bagi jajaran pengurus pusat FNPBI saat ini.
Sosok Militan dan Supel
Ketua Umum FNPBI saat ini, Lukna Hakim, yang juga merupakan rekan seperjuangan almarhumah di Partai Rakyat Demokratik (PRD) pada awal masa reformasi, mengenang Prapti sebagai sosok kader yang memiliki karakter unik. Di balik keteguhan prinsipnya, almarhumah dikenal sebagai pribadi yang sangat hangat.
“Prapti dikenal sebagai aktivis buruh yang berani dan militan. Beliau juga pribadi yang supel, baik, dan sangat teguh dalam pendiriannya,” ungkap Ketua Umum FNPBI mengenang masa-masa bertugas bersama di sektor buruh pada awal tahun 2000-an.

Perjuangan Melawan Sakit
Sebelum mengembuskan napas terakhir, mendiang Prapti sempat berkomunikasi dengan Petrus Hariyanto (Sekjend KPCDI) untuk bergabung dengan KPCDI. Almarhumah diketahui tengah menjalani pengobatan rutin cuci darah (hemodialisis) akibat gagal ginjal dan komplikasi penyakit lainnya.
Petrus mengenang momen terakhir saat almarhumah mencoba menghubunginya pada Minggu malam. “Mungkin saat itu kondisinya sedang drop. Sedih mendengar berita kepergiannya. Selamat jalan pejuang, selamat jalan sang penyintas gagal ginjal,” ujar Petrus.
Rekam Jejak Pergerakan
Dedikasi Prapti di dunia pergerakan sudah teruji sejak muda. Salah satu momen ikonik adalah keterlibatannya dalam mempersiapkan aksi May Day di Ungaran pada tahun 2000 bersama para aktivis buruh lainnya. Sebagai kader FNPBI Solo, ia konsisten berada di garis depan dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.
Kepergian Prapti Wahyuningsih merupakan kehilangan besar bagi komunitas aktivis dan para penyintas gagal ginjal di Indonesia. Semangat militansi dan kebaikannya akan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus di FNPBI dan dunia pergerakan pada umumnya. ***
