Dari Metromini ke MRT: 20 Tahun Wajah Jakarta yang Berubah Total

Dari Metromini ke MRT: 20 Tahun Wajah Jakarta yang Berubah Total


Kalau kita narik mundur waktu ke tahun 2004, bayangan kita tentang transportasi Jakarta pasti nggak jauh dari kepulan asap hitam Metromini, aksi “ngetem” yang bikin emosi, dan sopir angkot yang hobi balapan. Tapi coba lihat sekarang, Jakarta sudah jauh lebih keren, lho!

Mari kita intip perjalanan “glow up” transportasi Jakarta selama dua dekade terakhir.

1. Era 2004: Kelahiran Sang Pelopor, TransJakarta
Siapa yang sangka bus berwarna oranye (waktu itu) bakal jadi penyelamat? Di tahun 2004, TransJakarta lahir sebagai sistem busway pertama di Asia Tenggara dan Selatan.
Dulu: Kita masih bingung kenapa ada jalur yang “dipagari” di tengah jalan.
Sekarang: TransJakarta punya koridor BRT terpanjang di dunia! Dari bus besar sampai angkot yang sekarang namanya MicroTrans, semuanya sudah pakai AC dan tanpa asap hitam.

Infografis: onostok.com

2. Revolusi Rel: Bukan Lagi Sekadar Mimpi
Dulu, kalau mau naik kereta yang modern dan sejuk, kita harus ke luar negeri. Tapi tahun 2019 mengubah segalanya.
MRT Jakarta: Kehadiran “Ratangga” bikin warga Jakarta ngerasain gimana rasanya berangkat kerja tepat waktu tanpa keringatan. Stasiunnya yang estetik juga mendadak jadi tempat hunting foto.
LRT: Menyusul kemudian, kereta layang ini jadi solusi buat warga penyangga (Bekasi, Cibubur) untuk masuk ke Jakarta tanpa harus pusing sama macetnya tol.

Infografis: onostok.com

3. Jagoannya Integrasi: “Satu Kartu buat Semua”
Dulu, pindah dari bus ke kereta itu ribetnya minta ampun. Harus bayar lagi, jalan jauh, dan panas-panasan. Sekarang ada sistem JakLingko.
Skybridge & Halte Ikonik: Sekarang pindah moda transportasi tinggal jalan lewat jembatan yang nyaman dan Instagrammable (seperti di CSW atau Tanah Abang).

Tarif Maksimal: Dengan tarif integrasi, dompet kita lebih aman karena ada plafon harga kalau kita gonta-ganti transportasi dalam durasi tertentu.

Baca Juga  Lumpuhkan Jalan Ahmad Yani, Ratusan Sopir Angkot di Bekasi Tolak Bus Trans Beken

Kenapa Perubahan Ini Penting?

Ini bukan cuma soal kendaraan baru, tapi soal perubahan gaya hidup.

Trotoar Lebih Manusiawi: Sekarang jalan kaki di Sudirman-Thamrin sudah berasa di luar negeri. Trotoarnya lebar dan nyaman.

Budaya Antre: Kita belajar jadi lebih disiplin. Nggak ada lagi cerita rebutan naik pintu belakang kayak zaman dulu.

Waktu lebih Efisien: Kita bisa memprediksi kapan sampai di tujuan lewat aplikasi di handphone.

Jakarta memang belum bebas macet 100%, tapi setidaknya sekarang kita punya pilihan yang jauh lebih manusiawi. Dari yang dulu “terpaksa” naik angkutan umum, sekarang banyak orang yang “bangga” naik transportasi publik.

Bagikan :

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *