Memasuki pekan pertama Mei 2026, BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat untuk periode 1-7 Mei 2026. Jabodetabek masuk dalam kategori siaga, bersama Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta. Ironinya, ini terjadi justru di saat sebagian besar wilayah Indonesia secara teknis sedang dalam masa peralihan menuju musim kemarau.
Mengapa Masih Hujan Lebat di Musim Peralihan?
Fenomena ini dipicu oleh aktifnya berbagai gangguan atmosfer yang memengaruhi wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara. Secara lebih spesifik, kondisi ini masih dipicu oleh aktivitas gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) yang masih melintasi wilayah Indonesia, ditambah pemanasan permukaan yang cukup hangat pada siang hari serta kelembaban udara yang masih cukup basah di lapisan bawah, yang turut mendukung terbentuknya awan-awan konvektif.
Polanya khas musim peralihan: kombinasi radiasi matahari yang tinggi dan kelembaban udara yang cukup menyebabkan suhu yang relatif panas pada pagi hingga siang hari, diikuti kondisi hujan yang signifikan pada sore hingga malam hari. Hujan yang terjadi biasanya tidak merata, dengan intensitas sedang hingga lebat dan durasi yang singkat, serta berpotensi disertai kilat dan angin kencang.
Kondisi Hari Ini dan Sepekan ke Depan
BMKG memprakirakan cuaca di wilayah Jabodetabek hari ini, Minggu 3 Mei 2026, didominasi kondisi berawan tebal hingga hujan. Pada siang hingga sore hari, potensi hujan meningkat dengan intensitas ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah, bahkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Kabupaten Bekasi, serta Kabupaten dan Kota Bogor.
Suhu udara di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor berkisar antara 22-30 derajat Celsius, sementara wilayah lain di Jabodetabek berada pada rentang 26-34 derajat Celsius. Kelembapan udara diperkirakan berada di kisaran 68% hingga 98%, dengan arah angin bertiup dari timur hingga timur laut dengan kecepatan 5-15 kilometer per jam.
Untuk periode 4-7 Mei, kondisi cuaca secara umum diprakirakan masih didominasi hujan ringan hingga sedang di berbagai wilayah Indonesia. Status siaga untuk Jabodetabek diperkirakan tetap berlaku sepanjang pekan ini.
Yang Perlu Diwaspadai
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir, dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh, serta membatasi aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai angin kencang dan petir. Kondisi ini juga berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor di wilayah rawan.
Informasi prakiraan cuaca terkini dapat dipantau melalui situs resmi BMKG di bmkg.go.id, aplikasi infoBMKG, atau media sosial @infobmkg.
Artikel ini mengacu pada data dan peringatan resmi BMKG periode 1-7 Mei 2026, serta laporan Beritasatu, Kompas TV, Okezone, dan JPNN per 3 Mei 2026.
