Lonjakan Tajam Harga Diesel Swasta: Tembus Rp30.890 Per Liter

Lonjakan Tajam Harga Diesel Swasta: Tembus Rp30.890 Per Liter


MAKNewwdorcom, JAKARTA– Peta persaingan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia mengalami pergeseran signifikan per 10 Mei 2026. Operator swasta, khususnya Shell dan Vivo, melakukan penyesuaian harga besar-besaran yang menempatkan varian diesel premium mereka di angka tertinggi sepanjang sejarah operasional mereka di tanah air.

Perubahan yang paling mencolok terjadi pada lini produk diesel. Setelah sempat mengalami fluktuasi pasokan dalam beberapa bulan terakhir, Shell kembali menyediakan stok secara merata namun dengan label harga baru. Shell V-Power Diesel kini dibanderol seharga Rp30.890 per liter. Langkah ini diikuti ketat oleh operator Vivoyang mematok harga serupa untuk produk Diesel Primus Plus di angka Rp30.890 per liter. Sementara itu, BP-AKR memposisikan diri sedikit di bawah kompetitornya dengan harga BP Ultimate Diesel sebesar Rp29.890 per liter.

Perbandingan dengan Operator Plat Merah

Di sisi lain, Pertamina terpantau masih mempertahankan harga yang lebih kompetitif untuk kategori diesel nonsubsidi. Hingga pertengahan Mei 2026, Pertamina Dex berada di kisaran Rp23.900 per liter,  menciptakan selisih harga sekitar Rp6.990 dibandingkan operator swasta.


Berikut adalah ringkasan harga BBM per 10 Mei 2026 (Wilayah Jabodetabek):

Infografis: onostok.com

Dampak Bagi Sektor Industri dan Logistik

Kenaikan drastis pada kategori diesel nonsubsidi ini diprediksi akan berdampak langsung pada biaya operasional sektor-sektor strategis yang mengandalkan kendaraan mesin diesel modern, seperti logistik khusus dan alat berat proyek infrastruktur.

Para pelaku usaha kini dihadapkan pada pilihan sulit: tetap menggunakan bahan bakar spesifikasi tinggi dari operator swasta demi menjaga performa mesin jangka panjang, atau beralih ke operator BUMN demi menjaga efisiensi anggaran operasional yang membengkak.

Faktor Penyebab

Analis energi menyebutkan bahwa lonjakan ini merupakan akumulasi dari ketegangan harga minyak mentah dunia serta penyesuaian biaya distribusi dan impor. Berbeda dengan BBM jenis Pertalite dan BioSolar yang harganya dipatok oleh pemerintah melalui skema subsidi, harga produk high-end seperti V-Power Diesel sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar global yang saat ini sedang mengalami tekanan tinggi.
Masyarakat dan pelaku industri diharapkan terus memantau pembaruan harga secara berkala melalui aplikasi resmi tiap operator, mengingat fluktuasi harga di tahun 2026 ini diprediksi masih akan terus berlanjut.***

Bagikan :
Baca Juga  Kemenkeu Guyur Rp345,1 Triliun untuk Subsidi dan Kompensasi per November 2025

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *