Amerika Serikat Tangkap Presiden Maduro, Venezuela Dalam Ketidakpastian

MAKNews.com, WASHINGTON D.C. – Dunia internasional dikejutkan oleh pengumuman dramatis dari Washington pada Sabtu dini hari (3/1/2026). Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim bahwa pasukan elite militer AS telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dalam sebuah serangan kilat di ibu kota Caracas.


Peristiwa ini menandai eskalasi militer paling signifikan di Amerika Latin dalam beberapa dekade terakhir, memicu reaksi yang sangat kontras dari kedua belah pihak yang bertikai.
Perspektif Washington: “Keadilan Telah Ditegakkan”

Amerika Serikat VS Venezuela (Ilustrasi)


Melalui akun Truth Social-nya, Presiden Trump menyatakan bahwa unit Delta Force telah berhasil mengamankan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, tanpa korban jiwa di pihak AS.
Media Barat seperti CNN dan The Associated Press melaporkan bahwa Pentagon membenarkan keterlibatan dalam “Operation Southern Spear”. Alasan hukum yang digunakan adalah:
* Status Teroris: Penangkapan didasarkan pada dakwaan narkoterorisme tahun 2020 dan penetapan Cartel de los Soles sebagai organisasi teroris pada akhir 2025.
* Keamanan Kawasan: AS menganggap tindakan ini perlu untuk menghentikan aliran narkoba dan menstabilkan krisis migrasi di belahan bumi barat.
* Dakwaan Kriminal: Maduro dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju pangkalan udara di Florida untuk menghadapi persidangan di pengadilan federal AS.

“Penculikan dan Pelanggaran Kedaulatan”


Di sisi lain, media resmi pemerintah Venezuela, VTV dan jaringan berita TeleSUR, menggambarkan peristiwa ini bukan sebagai penangkapan legal, melainkan “penculikan pengecut” oleh pasukan imperialis.


Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, dalam pidato daruratnya menyerukan perlawanan nasional:
* Pelanggaran Hukum Internasional: Caracas menuduh AS melakukan agresi ilegal terhadap kepala negara yang sah dan melanggar kedaulatan wilayah Venezuela.
* Tuntutan “Proof of Life”: Hingga saat ini, pemerintah Venezuela belum mengakui penangkapan tersebut secara definitif dan menuntut militer AS menunjukkan bukti bahwa Maduro masih hidup dan dalam kondisi sehat.
* Mobilisasi Militer: Menteri Pertahanan Vladimir Padrino López telah memerintahkan seluruh elemen Angkatan Bersenjata Nasional (FANB) untuk berada dalam status siaga tempur tertinggi guna menghadapi potensi invasi darat lebih lanjut.

Baca Juga  Zohran Mamdani: Muslim Sosialis Demokrat yang Mengejutkan AS


Situasi Terkini di Lapangan


Laporan dari koresponden asing di Caracas menyebutkan suasana kota dalam keadaan mencekam namun sepi ( eerie silence ). Bandara Internasional Maiquetía dilaporkan telah ditutup, sementara akses internet di beberapa gedung pemerintahan mengalami gangguan.
Kelompok oposisi yang dipimpin oleh Maria Corina Machado mulai menyerukan pembentukan “Pemerintahan Transisi Nasional”, sementara para pendukung setia Maduro (Chavistas) mulai berkumpul di titik-titik strategis di pusat kota, memprotes apa yang mereka sebut sebagai intervensi asing.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada foto atau video resmi dari Pentagon yang memperlihatkan kondisi Nicolás Maduro dalam tahanan. Dewan Keamanan PBB dijadwalkan akan mengadakan pertemuan darurat dalam 24 jam ke depan atas permintaan dari beberapa negara Amerika Latin dan Rusia.

Di sisi lain banyak pihak memahami peristiwaini sangat berhubungan dengan niat AS menguasai sumber minyak di bumi Venezuela. Paling tidak hal ini sangat terlihat di media sosial. (RD) ***

Bagikan :

1 Comment

  1. Alright, let’s see if Royal77casino lives up to its name. Hoping for a regal gaming experience and some royal winnings! Feel like royalty at royal77casino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *