Zohran : AS Langgar Hukum Federal dan Internasional



MAKNews.com, New York – Dunia internasional sedang diguncang oleh berita penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dan istrinya, Cilia Flores, oleh pasukan militer Amerika Serikat.

Seperti diketahui pada dini hari Sabtu, 3 Januari 2026, militer AS meluncurkan operasi militer berskala besar yang diberi nama “Operation Absolute Resolve”. Satuan elit Delta Force dilaporkan menyerang lokasi persembunyian Maduro di Caracas. Operasi ini melibatkan lebih dari 150 pesawat tempur dan dukungan dari kapal induk USS Gerald R. Ford serta USS Iwo Jima.

Maduro dan istrinya diterbangkan langsung ke New York City. Hal ini dikarenakan adanya surat dakwaan federal dari Pengadilan Distrik Selatan New York (Southern District of New York) terkait tuduhan narkoterorisme (narco-terrorism), penyelundupan narkoba, dan kerja sama dengan organisasi kriminal internasional.

Zohran Mamdani bersama Donald Trump


Pernyataan Wali Kota New York, Zohran Mamdani

Di platform X  Zohran Mamdani, yang baru saja dilantik sebagai Wali Kota New York ke-112 pada 1 Januari 2026. Sebagai Wali Kota Muslim dan berhaluan sosialis-demokrat pertama di NYC, mengunggah pernyataan sangat krusial:

Mamdani secara tegas menyebut tindakan militer AS ini sebagai “pelanggaran hukum federal dan internasional” serta “tindakan perang” terhadap negara berdaulat.

Ia menyoroti bahwa peristiwa ini sangat berdampak pada warga New York, terutama komunitas diaspora Venezuela yang jumlahnya mencapai puluhan ribu orang di kota tersebut.

Baca Juga  "No War for Oil": Gelombang Protes di AS Sebut Intervensi di Venezuela sebagai Praktik Imperialisme

Ia menjamin bahwa prioritas utamanya adalah menjaga keamanan seluruh warga New York di tengah potensi ketegangan atau protes yang mungkin muncul akibat keberadaan Maduro di tahanan federal di wilayah tersebut.

Apa Makna dari Peristiwa Ini?

Ini adalah salah satu intervensi militer AS paling drastis di Amerika Latin dalam beberapa dekade terakhir. Langkah ini memicu kecaman keras dari negara-negara seperti Rusia dan China, yang menganggapnya sebagai agresi ilegal.

Bagi Presiden AS (Donald Trump), ini adalah penegasan kebijakan luar negeri yang agresif. Sementara bagi Wali Kota Zohran Mamdani, ini menjadi ujian pertama dalam mengelola kebijakan kota yang bersinggungan langsung dengan konflik internasional tingkat tinggi.

Saat ini, Wakil Presiden Delcy Rodríguez telah diminta oleh Mahkamah Agung Venezuela untuk mengambil alih kekuasaan sementara guna menjaga stabilitas negara di tengah kondisi darurat nasional.***

Bagikan :

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *