PRONAS Indonesia Lahir di May Day 2026: Wadah Baru Serikat Buruh Independen

PRONAS Indonesia Lahir di May Day 2026: Wadah Baru Serikat Buruh Independen

Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 di Jakarta bukan hanya menjadi panggung tuntutan tahunan. Di tengah ratusan delegasi serikat buruh independen se-Jabodetabek yang bergerak ke ibu kota, momentum ini juga menjadi saksi lahirnya sebuah wadah perjuangan baru: Komite Persiapan Federasi Serikat Buruh Progresif Nasional, atau PRONAS Indonesia.

Siapa PRONAS Indonesia?

PRONAS Indonesia merupakan gabungan dari empat serikat buruh: SB Progresif, SB Maju Mandiri, SB Maju, dan SBJ Mandiri. Organisasi ini hadir dengan memposisikan diri sebagai wadah alternatif bagi buruh yang belum terwadahi oleh konfederasi besar yang sudah ada, dengan fokus pada persatuan serikat-serikat independen di seluruh Indonesia.

Juru Bicara KP PRONAS Indonesia, Slamet Mulyadi, menyampaikan pernyataan resmi di sekitar bundaran Patung Kuda bahwa PRONAS lahir sebagai jawaban atas kebutuhan buruh akan persatuan yang tidak berkompromi terhadap penindasan, dengan tujuan memastikan hak-hak buruh kembali menjadi prioritas dalam kebijakan nasional.

9 Tuntutan yang Diusung

Dalam aksi May Day 2026, PRONAS Indonesia mengusung sembilan poin tuntutan:

  1. Regulasi Ketenagakerjaan: pembentukan UU Ketenagakerjaan baru yang berorientasi pada penguatan industri nasional dan kesejahteraan buruh secara nyata.
  2. Kedaulatan Ekonomi: penolakan terhadap praktik imperialisme dan oligarki, serta penerapan Pasal 33 UUD 1945 secara murni.
  3. Pemberantasan Korupsi: pengesahan segera UU Perampasan Aset Koruptor.
  4. Kepastian Kerja: penghentian PHK sepihak, penghapusan sistem outsourcing, dan perluasan lapangan kerja.
  5. Perlindungan Pekerja Digital dan Sektoral: pembatasan potongan aplikasi ojek online maksimal 5%, desakan pembangunan BUMN Aplikasi atau pengambilalihan platform yang dinilai tidak adil, serta penerapan Upah Minimum Nasional sesuai Kebutuhan Hidup Layak.
  6. Pemberdayaan Ekonomi Buruh: kepemilikan saham bagi buruh melalui penguatan koperasi.
  7. Hak Dasar dan Perlindungan Sosial: jaminan kesehatan gratis dan pembebasan Pekerja Migran Indonesia dari jerat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
  8. Penghapusan diskriminasi terhadap buruh perempuan.
  9. Solusi Industrial: pembentukan Komisi Nasional Hubungan Industrial (KNHI) sebagai mediator yang adil dalam konflik ketenagakerjaan.
Baca Juga  Laras Faizati: Ketika Sebuah Unggahan Membawa Perempuan Muda ke Penjara
Konteks Kehadiran PRONAS

Deklarasi PRONAS Indonesia pada May Day 2026 mencerminkan dinamika gerakan buruh yang terus berkembang. Di saat KSPI dan Partai Buruh memusatkan perayaan di Monas bersama Presiden Prabowo, kehadiran PRONAS sebagai entitas baru menandakan bahwa aspirasi dan strategi perjuangan di kalangan buruh Indonesia tidak tunggal. Sebagian kelompok buruh memilih jalur keterlibatan langsung dengan pemerintah, sementara kelompok lain memilih untuk membangun kekuatan organisasi yang lebih mandiri dan progresif sebagai basis perjuangan jangka panjang.

PRONAS Indonesia menyatakan komitmennya untuk menyatukan serikat-serikat buruh independen di seluruh Indonesia dalam satu barisan perjuangan menuju kesejahteraan bersama.

Artikel ini disusun berdasarkan siaran pers resmi KP PRONAS Indonesia yang dirilis pada 1 Mei 2026.

Bagikan :

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *