Massa Aliansi Masyarakat Cibungbulang Dan Forum Tiga Desa Geruduk Proyek PSEL GALUGA, Desak Perusahaan Akomodasi 14 Tuntunan

Massa Aliansi Masyarakat Cibungbulang Dan Forum Tiga Desa Geruduk Proyek PSEL GALUGA, Desak Perusahaan Akomodasi 14 Tuntunan
Bagikan :

BOGOR — Gelombang aksi massa mengguncang kawasan pembangunan Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Galuga, Kabupaten Bogor, Senin (12/10/2026).

Sekitar 1.000 orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cibungbukang dan Forum Masyarakat Tiga Desa mendatangi lokasi proyek untuk menyampaikan 14 tuntutan kepada pihak perusahaan.

Massa terlihat berkumpul di sekitar pertigaan Jalan Baru Galuga dengan membawa satu unit mobil komando. Tepat pukul 10.00 WIB, koordinator aksi, Bela Akbar, yang juga menjabat Ketua PK KNPI Kecamatan Cibungbulang, menginstruksikan massa untuk berbaris dan berjalan kaki menuju lokasi pembangunan gedung PSEL mengikuti arah mobil komando.

Setibanya di depan gerbang proyek yang masih dalam tahap pembangunan, sejumlah koordinator aksi bergantian menyampaikan orasi. Mereka menyuarakan aspirasi masyarakat dan mendesak perusahaan agar menanggapi serta mengakomodasi 14 tuntutan yang diajukan.

Situasi kemudian berlanjut ketika sebagian massa bergerak masuk ke area proyek untuk meneruskan penyampaian aspirasi. Aksi tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk menegaskan tuntutan mereka, terutama terkait kesempatan kerja bagi warga lokal dalam pembangunan proyek PSEL Galuga.

Di tengah berlangsungnya aksi, Sekretaris Kecamatan Cibungbulang, Asep Anwar, yang bertugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Cibungbulang, diberikan kesempatan untuk menyampaikan sambutan.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya bersyukur proses mediasi dengan perwakilan pelaksana pembangunan dapat dilakukan.

Selanjutnya, sejumlah perwakilan koordinator aksi memasuki kantor manajemen perusahaan untuk melakukan dialog.

Perwakilan perusahaan, termasuk seorang pria yang dikenal dengan sebutan Mister Dong, menerima aspirasi massa.

Karena terdapat perwakilan perusahaan berkewarganegaraan China, dialog berlangsung dengan bantuan penerjemah.

Dalam pertemuan tersebut, Mister Dong menjelaskan bahwa pihaknya memiliki waktu sekitar satu setengah tahun untuk menyelesaikan pembangunan gedung PSEL Galuga. Namun, ia menyampaikan bahwa sejumlah tuntutan massa tidak dapat diputuskan secara langsung olehnya.

Baca Juga  Harlah KNPI ke-53, PK KNPI Kecamatan Cibungbulang Resmi Dikukuhkan

Untuk memperoleh arahan lebih lanjut, Mister Dong kemudian menghubungi pimpinan pusat perusahaan melalui telepon dan menyampaikan aspirasi para demonstran yang meminta agar tuntutan masyarakat didengar serta ditindaklanjuti.

Dalam komunikasi tersebut, pimpinan perusahaan menyatakan kesediaan menerima tuntutan terkait ketenagakerjaan, dengan catatan calon pekerja memiliki keahlian sesuai bidang yang dibutuhkan.

Pernyataan itu sempat memicu perdebatan. Perwakilan massa tetap mendesak agar masyarakat sekitar mendapatkan kesempatan bekerja dan dilibatkan dalam pembangunan proyek yang berada di wilayah mereka.

Setelah melalui pembahasan, pihak perusahaan akhirnya menyatakan kesediaan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal bekerja dalam pembangunan infrastruktur, dengan penempatan menyesuaikan kebutuhan pekerjaan dan persyaratan keahlian yang diperlukan.

Kesepakatan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam dialog antara perwakilan masyarakat dan perusahaan.

Meski demikian, tindak lanjut atas keseluruhan 14 tuntutan masih perlu dipastikan agar aspirasi yang disampaikan tidak berhenti sebatas pembahasan dalam mediasi.

Aksi tersebut turut dihadiri Kapolsek Cibungbulang beserta sejumlah anggota kepolisian serta Danramil Cibungbulang bersama anggotanya.

Kehadiran aparat bertujuan mendukung pengamanan kegiatan agar penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung tertib.

Masyarakat berharap pembangunan PSEL Galuga tidak hanya berorientasi pada penyelesaian proyek, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar, khususnya melalui kesempatan kerja yang adil, keterlibatan masyarakat lokal, dan komunikasi terbuka antara perusahaan dengan lingkungan terdampak.

Bagikan :

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *