JAKARTA, 29 SEPTEMBER 2026 – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Taman Kuliner Kali Malang pada Selasa malam (29/9). Ratusan anggota gabungan dari Spirit Entertaint Survive (SES) dan Solidaritas Masyarakat Maluku Utara (SMMU), dan dihadiri para seniman dari Front Penggerak Seni Taman Ismail Marzuki (FPSTIM), berkumpul menggelar aksi solidaritas bertajuk “Panggung Doa 100 Lilin: Menunggu Kabar Lima Jurnalis”.Inisiator acara ini acara adalah, Ina S Kamariba SHK mantan jurnalis yang juga aktif di FPSTIM.
Menurut Ketua SES, Ibu Dian Atmaja acara ini ditujukan khusus untuk mendoakan lima orang jurnalis dan tiga Anak Buah Kapal (ABK) yang dilaporkan hilang di Selat Sunda saat menjalankan tugas jurnalistik meliput erupsi Anak Krakatau.

Dalam sambutannya, Ketua SMMU Bapak Rusli Sudin, S.T. menekankan pentingnya mengambil hikmah serta menjaga semangat dari musibah ini.
“Setiap kejadian ada hikmahnya, dan yang kena musibah maupun yang selamat semua ada hikmahnya… Yang penting kita doakan semoga mereka-mereka yang sudah mendahului kita mendapatkan tempat yang terbaik,” tutur Rusli Sudin.
Rangkaian acara diawali oleh Ina S Kamariba SHK yang sering dijuluki Kapolda Metromini yang membacakan puisi pembuka penuh makna, dilanjutkan penampilan musik dari MERATA yang membawakan lagu-lagu bertema pesan moral dan optimisme. Suasana semakin menyentuh ketika penyair Lukman Dewa membacakan puisi berjudul “Mata Publik yang Tak Padam”—sebuah karya khusus yang diciptakannya untuk menghormati dedikasi 5 jurnalis dan 3 ABK tersebut. Pembacaan puisi penutup oleh Nuhyang berhasil menyentuh perasaan seluruh hadirin hingga meneteskan air mata melalui bait-bait liriknya yang mendalam.
Puncak dari rangkaian acara ini ditandai dengan penyalaan ratusan lilin. Di bawah pendar cahaya lilin, seluruh massa yang hadir menyanyikan lagu Syukur dan memanjatkan doa khusyuk bersama untuk keselamatan para korban serta ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Seluruh elemen masyarakat dan seniman yang hadir menyampaikan harapan besar agar ada keajaiban dari Tuhan Yang Maha Esa sehingga para jurnalis dan ABK dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.


