155 Siswa Berdesakan, MI Miftahul Athfal Bogor Cuma Punya 4 Ruang Kelas

155 Siswa Berdesakan, MI Miftahul Athfal Bogor Cuma Punya 4 Ruang Kelas
Bagikan :

BOGOR — 155 anak terus menuntut ilmu di tengah keterbatasan yang nyata. Enam ruang kelas dibutuhkan, tetapi MI Miftahul Athfal di Kabupaten Bogor baru memiliki empat ruang.

Kondisi tersebut memantik harapan agar perhatian pemerintah dan berbagai pihak segera menyentuh sekolah yang berada di tengah permukiman masyarakat tersebut.

Di balik aktivitas belajar para siswa, terdapat kebutuhan mendesak yang belum mampu dipenuhi secara mandiri. Bukan hanya tambahan ruang kelas, sekolah juga masih membutuhkan musala dan lapangan untuk menunjang kegiatan pendidikan.

Kepala MI Miftahul Athfal, Hj. Nyai Mardiyah, S.Pd.I., mengungkapkan bahwa jumlah peserta didik saat ini mencapai sekitar 155 siswa.

“Alhamdulillah, siswa kami sekarang ada sekitar 155. Tetapi kami memang kekurangan kelas. Seharusnya enam ruang kelas, sedangkan yang ada baru empat,” ujar Hj. Nyai Mardiyah.

MI Miftahul Athfal berlokasi di Kampung Laladon, RT 20/RW 05, Desa Cinangneng, Kecamatan Tanjunglaya, Kabupaten Bogor.

Meski fasilitas terbatas, sekolah tetap berupaya membuka akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut.

Bahkan, pihak sekolah menyatakan tidak membebankan pungutan kepada wali murid.
Dana BOS menjadi salah satu sumber utama operasional sekolah.

“Kami hanya mengandalkan dana BOS. Tidak ada pungutan sama sekali untuk wali murid maupun siswa. Bahkan seragam kami berikan untuk yang masuk,” ungkapnya.

RUANG KELAS TERBATAS, FASILITAS MASIH MINIM

Kebutuhan sekolah ternyata tidak berhenti pada penambahan ruang kelas.
Musala dan lapangan juga menjadi fasilitas yang diharapkan dapat segera diwujudkan.

Untuk sejumlah kegiatan, sekolah masih memanfaatkan fasilitas yang berada di lingkungan pesantren.

Di sisi lain, pihak sekolah juga menyampaikan adanya kondisi tanah di bagian belakang sekolah yang diduga mengalami pergerakan.

Baca Juga  Investasi Hijau US$3,5 Miliar untuk Ambisi Dekarbonisasi, Bagaimana dengan Hak Pekerja?

Kekhawatiran tersebut membuat aspek keselamatan lingkungan sekolah ikut menjadi perhatian.

Pihak sekolah berharap kondisi tersebut dapat diperiksa dan mendapat perhatian dari instansi terkait, terutama untuk memastikan lingkungan belajar tetap aman bagi para siswa dan tenaga pendidik.

BUTUH LAHAN, TERKENDALA KEMAMPUAN FINANSIAL

Harapan lain datang dari kebutuhan lahan tambahan untuk pengembangan fasilitas sekolah, terutama lapangan.
Menurut pihak sekolah, terdapat rumah di bagian depan yang berpotensi mendukung pengembangan fasilitas.

Namun, kemampuan finansial sekolah belum memungkinkan untuk melakukan pembelian lahan tersebut.

“Kami memang masih membutuhkan bantuan untuk penambahan ruang kelas dan fasilitas lainnya.

Kami berharap ada pihak yang bisa membantu dan merekomendasikan sekolah kami,” kata Hj. Nyai Mardiyah.

Kini, sekolah berharap pemerintah, dunia usaha, donatur, maupun masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan dapat melihat langsung kondisi tersebut.

Sebab, di balik angka 155 siswa, ada ratusan anak yang membutuhkan ruang belajar yang memadai.

Empat ruang kelas harus menopang 155 siswa. Enam ruang dibutuhkan. Musala dan lapangan masih menjadi impian.

Namun satu hal tidak berubah: semangat belajar anak-anak MI Miftahul Athfal tetap menyala.

Sekolah pun berharap keterbatasan sarana tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan masa depan yang lebih baik.

Bagikan :

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *