Orang Tua Siswa SDIT BBS Bogor Pertanyakan Insiden Saat Kegiatan Pramuka, Sebut Anaknya Mengalami Lebam

Orang Tua Siswa SDIT BBS Bogor Pertanyakan Insiden Saat Kegiatan Pramuka, Sebut Anaknya Mengalami Lebam
Bagikan :

BOGOR, 20 September 2026 — Seorang orang tua siswa SDIT Bina Bangsa Sejahtera (BBS) Bogor, Bagus Pribadi, mempertanyakan kejadian yang dialami anaknya, Prabu Arshaka Subandi, siswa kelas 5A, saat mengikuti kegiatan Pramuka yang digelar pihak sekolah.

Menurut keterangan Bagus, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB setelah para siswa melaksanakan salat tahajud.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara api unggun dan renungan.

Bagus menuturkan, berdasarkan cerita yang diterimanya, seorang guru bernama Nawawi saat memberikan pertanyaan kepada para siswa sempat bertanya, “Apakah kalian ingin masuk neraka?”
Para siswa kemudian menjawab tidak.

Saat pertanyaan tersebut ditujukan kepada Prabu, anaknya disebut menjawab dengan kata “no” dalam bahasa Inggris.

“Menurut cerita anak saya, mungkin guru tersebut salah mendengar jawabannya.

Kemudian anak saya ditarik dan dikatakan, ‘sini kamu rasain dulu panasnya api unggun’,” ujar Bagus saat menceritakan kejadian tersebut.

Bagus mengaku kecewa karena menurut keterangan yang diterimanya, anaknya sempat menolak untuk didekatkan ke api unggun.

Ia menyebut terjadi tarik-menarik hingga anaknya dan guru tersebut terjatuh.

“Anak saya masih menolak, tetapi menurut ceritanya tetap ditarik mendekati api unggun.

Saya sangat kecewa karena tidak ada pemberitahuan kepada saya mengenai kejadian tersebut,” katanya.

Bagus mengatakan, dirinya baru mengetahui dugaan insiden tersebut setelah mendapat telepon dari orang tua siswa lain.

Orang tua tersebut, kata dia, meminta agar kondisi Prabu diperiksa karena mendapat informasi dari anaknya mengenai kejadian yang disebut sebagai tindakan “smack down”.

Saat diperiksa oleh orang tuanya, Bagus mengaku menemukan sejumlah lebam pada tubuh anaknya.

“Saya cek anak saya dan memang ada lebam-lebam.

Sebelumnya anak saya tidak langsung menceritakan kejadian itu kepada saya,” ujarnya.

Baca Juga  Anggota DPRD Jember Main Game dan Merokok Saat Rapat, DPRD Siapkan Sanksi

Bagus berharap pihak sekolah dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kronologi kejadian, termasuk siapa saja yang berada di lokasi saat kegiatan berlangsung serta langkah pengawasan terhadap siswa.

Ia juga meminta agar kondisi anaknya menjadi perhatian dan kejadian tersebut dapat diklarifikasi sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman antara pihak keluarga dan sekolah.

Sementara itu, berdasarkan laman resmi SDIT Bina Bangsa Sejahtera Bogor, sekolah tersebut beralamat di kawasan Dramaga KM 7, Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Situs resmi sekolah juga mencantumkan Pramuka sebagai salah satu kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

Hingga berita ini disusun, keterangan mengenai kronologi dari pihak guru yang disebut dalam cerita tersebut maupun pihak manajemen SDIT Bina Bangsa Sejahtera belum dimuat dalam berita ini.

Konfirmasi dari pihak sekolah diperlukan untuk memperoleh penjelasan dari sisi lainnya.

Bagikan :

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *