TIM Panggung Kebudayaan yang Hidup

TIM Panggung Kebudayaan yang Hidup
Bagikan :


JAKARTA | 25 Juli 2026 —Sepanjang hari pertama kegiatan Front Penggerak Seni TIM, hari ini kawasan TIM menjelma menjadi panggung kebudayaan yang hidup melalui berbagai bentuk penyampaian aspirasi: 

1.Orasi kebudayaan. 
2.Karnaval keranda sebagai ekspresi artistik. 
3. Pembacaan puisi, musik akustik, dan musikalisasi puisi. 
4. Pertunjukan rap, mural, instalasi seni, serta pameran karya. 
5. Diskusi publik bertajuk “Mengurai Benang Kusut Tata Kelola Taman Ismail Marzuki”. 

Seluruh rangkaian tersebut menjadi satu tarikan napas perjuangan yang disampaikan melalui bahasa paling luhur: seni. FPSTIM menegaskan bahwa kritik melalui karya seni bukanlah ancaman terhadap pembangunan, melainkan energi moral yang menjaga pembangunan tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan, kebudayaan, dan demokrasi. 

Lima Poin Sikap Kebudayaan FPSTIM

Dalam momentum tersebut, FPSTIM menyampaikan sikap kebudayaan sebagai berikut:
– Menegaskan bahwa Taman Ismail Marzuki merupakan aset strategis kebudayaan nasional yang keberadaannya harus berpihak kepada kepentingan seni, masyarakat, dan generasi masa depan. 
– Mendorong tata kelola TIM yang transparan, akuntabel, partisipatif, serta membuka ruang seluas-luasnya bagi keterlibatan komunitas seni dalam setiap proses penyusunan kebijakan. 
– Menolak segala bentuk marginalisasi terhadap seniman, pekerja kreatif, maupun komunitas budaya dalam pemanfaatan ruang-ruang kesenian yang secara historis menjadi milik publik. 
– Mengajak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pengelola kawasan, Dewan Kesenian Jakarta, akademisi, media massa, dan seluruh elemen masyarakat membangun dialog yang setara, bermartabat, dan berorientasi pada kepentingan kebudayaan bangsa. 
– Menegaskan bahwa kritik melalui karya seni bukanlah ancaman terhadap pembangunan, melainkan energi moral yang menjaga pembangunan tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan, kebudayaan, dan demokrasi. 

Massa aksi membentangkan poster tuntutan di depan kantor Jakpro, TIM.

Terlibat dalam acara karnaval tadi siang antara lain; GRD, FMR, GPJI, serikat buruh SBJ MANDIRI, Kawe Jeka, MPSI,  insan senibudaya, dll.

Baca Juga  Rembrandt dan Revolusi Cahaya yang Mengubah Seni Visual Selamanya

Agenda Front direncanakan akan di laksanakan hingga Minggu 26 Juli 2026 dgn berbagai agenda.

Bagikan :

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *