Bologna Membara, Demo Anti Fasis Tuntut Meloni Mundur

Bologna Membara, Demo Anti Fasis Tuntut Meloni Mundur
Bagikan :

Bologna, Italia — Sebuah video yang beredar luas di Facebook pada 29 Oktober 2026 memperlihatkan pemandangan yang tak biasa di Piazza Maggiore, jantung kota Bologna. Ribuan orang memadati alun-alun bersejarah di depan Palazzo d’Accursio, mengibarkan bendera Italia, Palestina, dan bendera merah gerakan kiri, sambil meneriakkan yel-yel anti-fasis. Tuntutan mereka terpampang jelas: pengunduran diri Perdana Menteri Giorgia Meloni.

Video tersebut, yang diunggah oleh akun The Hammer, bukan insiden terisolasi. Ia adalah satu titik dari gelombang protes nasional yang mengguncang Italia di akhir Oktober 2026.

Menurut laporan DPA dan media Eropa, pada Jumat 30 Oktober 2026, lebih dari 200.000 orang turun ke jalan di lebih dari 50 kota di Italia. Dua konsentrasi massa terbesar terjadi di Roma dan Bologna, dengan masing-masing sekitar 50.000 peserta. Aksi ini diorganisir oleh serikat buruh basis USB (Unione Sindacale di Base) sebagai bagian dari hari protes nasional menentang biaya hidup, upah rendah, dan perang.

Mengapa Bologna Menjadi Pusat?

Jika di kota-kota pelabuhan seperti Genoa protes difokuskan untuk memblokir pasokan senjata, di Bologna isu pendidikan menjadi pemicu utama. Aksi ini merupakan kelanjutan dari “No Meloni Day” yang digagas gerakan mahasiswa pada 16 Oktober, yang menuntut investasi lebih besar untuk sekolah dan universitas serta menolak pemotongan anggaran pendidikan.

Demo anti fasis di Bologna, Italia akhir Oktober lalu

Kondisi ekonomi menjadi bahan bakar utama kemarahan. Data awal menunjukkan inflasi Italia pada Oktober mencapai 5,4 persen, angka tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Demonstran membawa spanduk bertuliskan “Welfare, not war”, “Wake up”, dan yang paling sering terlihat: “Giorgia Meloni – dimissioni”.

Gerakan baru bernama “Movimento 17 Ottobre” (M17) yang muncul di Instagram dan Telegram pada 19 Oktober menyerukan aksi setiap Sabtu sampai pemerintah jatuh, menjadi motor penggerak di luar struktur organisasi serikat tradisional.

Baca Juga  Prabowo Buka Peluang Akui Israel, dengan Syarat Pengakuan Palestina

Respon Pemerintah Meloni

Pemerintahan Giorgia Meloni, yang berkuasa sejak 2022 dan tercatat sebagai pemerintahan terlama di Roma sejak akhir Perang Dunia II, merespon dengan pengerahan pasukan keamanan besar-besaran.

Menteri Dalam Negeri Matteo Piantedosi bahkan sempat mengimbau warga untuk menjauhi pusat kota. Pemerintah juga mendorong dekrit baru yang telah ditandatangani Presiden Mattarella, yang memungkinkan penangkapan dan penahanan preventif hanya berdasarkan rekaman video.

Pada aksi 24 Oktober sebelumnya, bentrokan sempat pecah di Milan, Turin, Bologna dan Bergamo. Di Milan, polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa di dekat Piazza Duomo.

Bukan Sekadar Protes Lokal

Apa yang terjadi di Bologna mencerminkan kelelahan kolektif. Seperti yang dikutip dari salah satu seruan M17: “Kalianlah yang kejam, kalian yang menolak kami masa depan. Sekarang, kami merebut kembali masa depan itu sendiri.”

Bologna, kota universitas yang secara historis dikenal sebagai basis gerakan kiri di Italia, kini kembali menjadi simbol. Ketika sebuah pilar kekuasaan mulai retak, ia tidak roboh oleh waktu, melainkan oleh ribuan tangan yang mendorong bersamaan — persis seperti yang terlihat dalam video di Piazza Maggiore tersebut.

Sumber: Laporan DPA (30 Okt 2026), Europesays, The Red Herald, serta rekaman video lapangan dari Bologna 29 Oktober 2026.  bologna-50-ribu-tuntut-meloni-mundur-protes-italia-2026

Bagikan :

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *