BOGOR — Pemerintah Desa Situ Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, bersama masyarakat terus mendorong pelestarian budaya lokal.

Salah satunya melalui pembukaan Kampung Daeyeu Padjadjaran di Kampung Jawa, RT 002/RW 003.
Kepala Desa Situ Ilir Subhan, S.IP., turut memberikan perhatian terhadap upaya masyarakat dalam menjaga dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Sunda di tengah derasnya perkembangan zaman.

Kehadiran Kampung Daeyeu Padjadjaran diharapkan bukan sekadar menjadi kawasan bernuansa budaya, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenalkan tradisi, kearifan lokal, serta identitas budaya Sunda kepada generasi muda.
Menurut masyarakat, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama.
Karena itu, budaya perlu diperkenalkan sejak lingkungan keluarga dan kampung agar generasi penerus tidak kehilangan akar budayanya.
“Kampung Daeyeu ini menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budaya Sunda agar tetap dikenal oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” ujar salah seorang warga.
Pemerintah Desa Situ Ilir bersama masyarakat diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan berbagai kegiatan berbasis budaya dan kearifan lokal.
Semangat gotong royong menjadi modal penting agar Kampung Daeyeu Padjadjaran dapat berkembang sebagai ruang edukasi budaya sekaligus menjadi bagian dari identitas masyarakat Desa Situ Ilir.
Di tengah arus modernisasi, keberadaan Kampung Daeyeu menjadi pengingat bahwa pembangunan desa tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga bagaimana menjaga nilai budaya yang menjadi jati diri masyarakat.
Masyarakat berharap Kampung Daeyeu Padjadjaran dapat terus hidup dan berkembang, sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Sunda.
Budaya bukan sekadar warisan masa lalu. Budaya adalah identitas yang harus dijaga hari ini dan diwariskan kepada generasi yang akan datang.
Laporan: Ego


